spot_img
BerandaPerencanaan KeuanganResesi Ekonomi? Siapa Takut! Ini 7 Tips Mengelola Keuangan Dalam Menghadapinya

Resesi Ekonomi? Siapa Takut! Ini 7 Tips Mengelola Keuangan Dalam Menghadapinya

Belakangan pasti kamu cukup sering mendengar berita-berita yang hangat memperbincangkan tentang resesi ekonomi? Setelah mengetahui apa itu resesi serta dampak dan penyebabnya pada artikel sebelumnya, pada kesempatan ini kita akan membahas beberapa tips mengelola keuangan untuk menghadapi ancaman resesi.

Resesi ekonomi tahun 2023 ini memang semakin nyata. Perkiraan resesi disampaikan oleh Presiden World Bank Group David Malpass bahwa sebagian besar bank sentral di dunia telah menaikkan suku bunga acuan secara bersamaan dan tren ini diprediksi akan berlangsung hingga tahun depan.

Kebijakan dari bank sentral tersebut tentu saja akan memberikan dampak besar terhadap perlambatan ekonomi yang dapat berlangsung hingga beberapa kuartal sehingga akan menghambat pertumbuhan ekonomi di banyak negara di dunia.

Tips Mengelola Keuangan Saat Menghadapi Resesi Ekonomi 2023

Mengelola Keuangan Saat Menghadapi Resesi Ekonomi
Mengelola Keuangan Saat Menghadapi Resesi Ekonomi | diariosp.com.br

Ancaman resesi yang akan menciptakan kekacauan di seluruh ekonomi ini tentu saja membawa kekhawatiran bagi banyak pihak. Tidak perlu khawatir berlebihan ya, agar bisa bertahan apabila resesi benar akan terjadi di Indonesia kamu perlu melakukan pengelolaan keuangan yang tepat.

Lalu bagaimana caranya? Berikut kabarduit akan membagikan tips mengelola keuangan untuk menghadapi ancaman resesi ekonomi 2023.

Baca juga: 5 Cara Mengelola Keuangan yang Baik dan Bijak

1. Benahi & Selektif dalam Pengeluaran

Dalam kondisi ekonomi yang terancam, sebaiknya kamu bisa mulai berhemat dan mengatur ulang pengeluaran. Kamu bisa memulai dengan mencatat pengeluaran dan menyusunnya berdasarkan skala prioritas.

Selanjutnya kamu bisa memangkas atau bahkan menghilangkan pengeluaran untuk keperluan yang tidak pokok. Kamu harus bijak dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga bisa lebih fokus dalam mengalokasikan dana tabungan.

2. Cari Penghasilan Tambahan

Selain meminimalisir terjadinya pengeluaran yang tidak pokok, untuk menghadapi gelombang ancaman resesi ekonomi kamu juga harus memiliki sumber penghasilan lebih dari satu.

Jika memungkinkan kamu bisa memanfaatkan kemampuan serta pengalaman yang kamu miliki untuk mencari pemasukan tambahan. Misalnya seperti membuka jasa design, membuka online shop, jasa menulis dan lain sebagainya.

3. Miliki Dana Darurat

Cara Menyiapkan Dana Darurat | mapion.co.jp

Pada saat perekonomian yang semakin tidak menentu seperti saat ini, mempersiapkan dana darurat merupakan langkah yang cukup preventif untuk mengatasi berbagai kesulitan finansial pada suatu waktu ke depannya.

Untuk porsinya kamu bisa menyisihkan 10% hingga 20% dari gajimu. Sehingga dengan adanya dana darurat ini kamu bisa lebih siap dalam menghadapi gejolak resesi nantinya.

Baca juga: Miliki Dana Darurat Ideal Sebelum Memulai Investasi

4. Lunasi Hutang dan Cicilan

Selain perlu mengalokasikan dana ke dalam dana darurat, kamu juga perlu menyisihkannya untuk segera membayar utang atau cicilan mulai dari yang yang paling tinggi bunganya. Pasalnya pada saat terjadinya resesi ekonomi, suku bunga acuan bisa meningkat dengan cukup ekstrem.

5. Siapkan Asuransi

Bagi yang belum punya asuransi, kamu perlu untuk segera menyiapkannya agar kamu terlindungi dan mengatasi masalah keuangan apabila suatu hal terjadi pada kamu atau keluargamu, baik itu kecelakaan, penyakit, bencana alam dan musibah lainnya.

Apalagi jika kamu memiliki banyak tanggungan, dalam ancaman resesi ini penting untuk segera memiliki asuransi. Jika sudah punya, kamu perlu mengecek kembali apakah preminya ideal dan sesuai dengan kebutuhan kamu dan keluarga?

6. Menabung dan Berinvestasi

Minimum investasi
Minimum investasi | akmazona.com

Dengan rajin menabung dan berinvestasi kamu bisa punya aset yang nantinya akan sangat berguna dalam menghadapi kondisi finansial yang tidak stabil. Untuk investasi kamu bisa memilih instrumen low risk, misalnya seperti deposito, reksa dana pasar uang atau emas.

Selain itu, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi ke obligasi, karena selain dinilai lebih aman dibandingkan saham, yield (tingkat keuntungan) yang diberikan bisa lebih tinggi. Meningkatnya suku bunga oleh bank sentral akan menjadikan yield obligasi cenderung ikut menanjak

Baca juga:

7. Tingkatkan Kecerdasan Keuangan

Kecerdasan finansial adalah kemampuan yang dimiliki dalam mengatasi dan menyelesaikan berbagai masalah finansial. Dengan memiliki kecerdasan finansial akan memudahkan dan membantu setiap orang dalam mengambil keputusan finansial.

Beberapa tips efektif yang bisa meningkatkan kecerdasan keuangan yaitu seperti menyusun perencanaan keuangan, bijak dalam menabung dan berinvestasi, spending yang bijak dan lain-lain.

Baca juga:


Itulah beberapa tips mengelola keuangan untuk menghadapi ancaman resesi ekonomi yang bisa kamu lakukan. Dan yang terpenting kamu harus tetap tenang dan jangan panik, karena panic buying dalam masyarakat akan memperparah kondisi inflasi. Semoga bermanfaat!

Trending