spot_img
BerandaPerencanaan KeuanganMemahami Laporan Arus Kas: Penyusunan dan Contohnya

Memahami Laporan Arus Kas: Penyusunan dan Contohnya

Berbeda dengan laporan laba rugi yang menyediakan informasi mengenai kinerja atau performa perusahaan, laporan arus kas akan menggambarkan kesehatan dari kas perusahaan. Selengkapnya yuk pahami ulasan berikut.

Baca juga:

Kegunaan Laporan Arus Kas

Kegunaan Laporan Arus Kas
Kegunaan Laporan Arus Kas | paymentsjournal.com

Laporan arus kas (statement of cash flow) adalah laporan keuangan yang menunjukkan dari mana saja sumber kas masuk dan untuk apa saja kas dikeluarkan yang akan disajikan secara terperinci dari semua aspek yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.

Laporan ini akan merinci seluruh sumber penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan arus kas akan memberikan setiap informasi mengenai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas.

Laporan keuangan arus kas dapat digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi apakah perencanaan yang dilakukan perusahaan dalam investasi maupun pembiayaan telah berjalan baik atau tidak. Selain bermanfaat bagi perusahaan, laporan kas juga digunakan oleh investor dan kreditor dalam menilai tingkat likuiditas serta potensi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.

Jenis Laporan Kas

Jenis Laporan Kas | grapadikonsultan.co.id

Sesuai dengan prinsip akuntansi, dalam pembuatan laporan cash flow atau arus kas, penerimaan dan pengeluaran diklarifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, aktivitas investasi dan pembiayaan.

1. Arus kas dari aktivitas operasi

Merupakan aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang berhubungan dengan segala jenis kegiatan operasional selama satu periode tertentu. Aktivitas operasi ini meliputi seluruh transaksi yang mempengaruhi penetapan laba atau rugi bersih.

Penerimaan kas sebagai sumber kas masuk yang utama berasal dari penjualan barang atau pemberian jasa. Selain itu, penerimaan kas lainnya berasal dari pendapatan bunga, dividen, komisi dan pendapatan lain.

Sementara pengeluaran atau arus kas keluar terdiri dari pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa, pembayaran gaji karyawan, beban utilitas, sewa, dan bunga.

Dalam praktiknya, terdapat dua metode yang digunakan untuk menghitung dan melaporkan besarnya arus kas dari aktivitas operasi, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung.

Metode langsung dilakukan dengan meninjau kembali setiap komponen laporan laba rugi untuk menghitung jumlah kas masuk atau kas keluar terkait dengan setiap komponen laporan keuangan tersebut.

Artinya dalam laporan arus kas metode langsung setiap data yang diperlukan harus di analisis terlebih dulu. Misalnya terkait dengan berapa jumlah kas yang diterima dari pelanggan, kas yang dibayar untuk supplier, kas untuk membayar gaji karyawan dan lain sebagainya.

Laporan Arus kas dari aktivitas operasi
Laporan Arus kas dari aktivitas operasi

Selanjutnya metode tidak langsung menyajikan arus kas operasi di lakukan dengan menyesuaikan laba atau rugi bersih (yang terdapat dalam laporan laba rugi) dengan pendapatan dan pengeluaran tanpa melibatkan penerimaan dan pembayaran kas.

Berbeda dengan laporan arus kas metode langsung, pada metode tidak langsung setiap data yang diperlukan untuk melaporkan arus kas bersih dari aktivitas operasi dapat langsung diperoleh dalam laporan laba rugi dan neraca komparatif.

Contoh Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung
Contoh Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung

Dalam pelaporan kas operasi, baik dengan menggunakan metode langsung maupun tidak langsung tetap akan menghasilkan kas yang sama yaitu besarnya arus kas yang dihasilkan oleh atau yang digunakan dalam aktivitas operasional perusahaan.

2. Arus kas dari aktivitas investasi

Merupakan aktivitas penerimaan dan pengeluaran yang berhubungan dengan kegiatan investasi. Pentingnya penyusunan terpisah arus kas yang timbul dari kegiatan investasi ini adalah sebagai alat untuk mempresentasikan sudah sejauh mana pengeluaran yang dilakukan sebagai sumber daya yang di intensikan untuk memperoleh penghasilan dan arus kas masa depan.

Beberapa contoh arus kas dari aktivitas investasi adalah seperti membeli atau menjual tanah dan bangunan, penjualan segmen bisnis, pemberian pinjaman kepada entitas lain, dan sebagainya.

Apabila arus kas masuk dari aktivitas investasi lebih tinggi dari arus kas keluar maka arus kas bersih yang dihasilkan oleh aktivitas investasi yang akan dilaporkan. Sedangkan bila arus kas masuk lebih rendah dari arus kas keluar maka arus kas bersih yang digunakan dalam aktivitas investasi yang akan dilaporkan.

Berikut contoh laporan kas dari aktivitas investasi:

Contoh laporan kas dari aktivitas investasi
Contoh laporan kas dari aktivitas investasi

3. Arus kas dari aktivitas pembiayaan

Merupakan aktivitas penerimaan kas yang perlu dibayar kembali kepada pemilik dana (kreditor atau investor). Yang termasuk sebagai aktivitas pembiayaan yaitu kas bersih yang diterima dari penerbitan saham atau obligasi, pembayaran kas untuk membeli kembali atau menebus entitas, pelunasan pinjaman, dan lain sebagainya.

Apabila arus kas masuk dari aktivitas pembiayaan lebih tinggi dari arus kas keluar maka arus kas bersih yang dihasilkan oleh aktivitas investasi yang akan dilaporkan. Sedangkan bila arus kas masuk lebih rendah dari arus kas keluar maka arus kas bersih yang digunakan dalam aktivitas pembiayaan yang akan dilaporkan.

Berikut contoh laporan arus kas perusahaan dagang dari aktivitas pembiayaan:

Contoh laporan arus kas perusahaan dagang dari aktivitas pembiayaan
Contoh laporan arus kas perusahaan dagang dari aktivitas pembiayaan

Perlu diketahui, beberapa aktivitas investasi dan pembiayaan tidak akan mempengaruhi laporan arus kas perusahaan. Misalnya seperti penerbitan saham biasa atau surat utang untuk membeli aset tetap, pertukaran aset tetap dan lain sebagainya.

Trending